BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Minat
masyarakat lampung akan melestarikan budaya terus menurun. Pada artikel
kompastuntas.co yaitu ”sepinya pengunjung museum lampung”. Pada ertikel
tersebut menyatakan bahwa pengunjung museum lampung pernah mencapai 500 pengunjung
dimana sebagian besar pengunjung adalah pelajar yang datang berdasarkan program yang diadakan pihak
sekolah saja. Pada artikel itu juga dinyatakan oleh Bapak Budi ”kebanyakan
pengunjung museum ini siswa sekolah., kalau pengunjung umum biasanya datang
pada hari libur saja itu pun dari luar lampung”. Dari artikel tersebut dapat
kita simpulkan bahwa kesadaran akan sejarah dan budaya lampung masih sangat
kurang. Sulam hanya dikenalkan atau dilestarikan melalui seni kerajinan tangan
ataupun pementasan, dan itupun Sulam Usus. Belum banyak dilakukan inovasi
terkait pelestarian tersebut. Mengenai kompetitor atau pesaing saat ini belum
di jumpai kerajinan sulam kain stimin, kebanyakan kompetitor menjual sulam
usus. Sulam usus sendiri berbeda dengan sulam kain strimin, sulam usus lebih
banyak dijumpai dalam bentuk kebaya, dan bahan yang digunakan pun berbeda
dengan sulam kain strimin. Yang membedaan sulam kain strimin biasa dengan sulam
kain strimin khas Lampung adalah pada penggunaan benang emasnnya. Produk yang
kami buat menggunakan benang emas yang dimana dapat meningkatkan nilai
ekonomisnya.
Untuk
masyarakat daerah Sungkai dan Way Kanan, taplak meja sulam Khas Lampung banyak
dijumpai di rumah-rumah warga yang notabennya suku Lampung. Di daerah tersebut
sulam digunakan pada acara lebaran, nikahan, dan acara lainnya (foto
telampir). Kebanyakan masyarakat Lampung lebih mengenal Tapis sebagai
kerajinan Lampung, padalah jika kita menulusuri mengenai Lampung, banyak sekali
kreatifitas mengenai Lampung. Banyak kita ketahui bahwa Tapis memiliki harga
yang sangat mahal dengan kisaran termurah saja Rp. 500.000,00. Jika Rp
500.000,00 tersebut di gunakan untuk membeli sulam Lampung maka akan
mendapatkan 3 sulam Lampung. Oleh karena
itu, pembuatan sulam ini sebagai salah satu alternativ untuk membantu
memberikan perkenalan mengenai budaya Lampung, memberi wawasan kepada
masyarakat tentang pembuatannya dan juga dapat menghemat biaya pembeliannya.
Sulam lampung juga dapat menjadi oleh-oleh untuk wisatawan yang datang ke Lampung.
Taplak meja sulam Lampung ini diharapkan berpotensi
menjadi usaha berkelanjutan dengan profit yang menjanjikan, selain itu dapat
menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk menambah penghasilan.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, kami merumuskan
masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana cara mengenalkan Sulam Lampung?
2.
Bagaimana cara membuat kerajinan tangan Sulam
Lampung dengan bahan benang jahit?
3.
Apa keuntungan yang didapat dalam pemasaran produk
Sulam Lampung?
1.3
Tujuan
Kegiatan
Dari rumusan masalah di atas maka tujuan kegiatan ini sebagai berikut:
1.
Mengenalkan Sulam Lampung khususnya di Daerah
Lampung, bahwa memiliki produk yang menarik dan tidak kalah bagus dari produk
luar.
2.
Mengetahui cara menyulam menggunakan benang jahit
dalam pembuatan ULALA (Sulam Lampung).
3.
Memasarkan produk Sulam Lampung dapat memberikan
pemasokan berupa uang.
1.4
Luaran
yang Diharapkan
1.
Sulam Lampung dapat menjadi salah datu cirikhas
untuk Daerah Lampung.
2.
Produk ULALA dapat menjadi salah
satu solusi sebegai pengenalan Budaya Lampung.
3.
Diharapkan Sulam Lampung dapat sebagai referensi
atau untuk rujukan bagi para pembaca yang ingin berwirausaha.
1.5
Manfaat
Kegiatan
1.
Dapat mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan
yang memberikan pemasukan berupa uang.
2.
Memperkenalkan kepada masyarakat agar dapat
melestarikan dan menjaga salah satu budaya Lampung yaitu sebagai produk yang
berdaya nilai tinggi untuk dijadikan peluang usaha baru.
BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1
Rencana Usaha
1.
Analisis
Peluang Usaha
a.
Jenis
Usaha
Nama Produk : ULALA (Usaha Sulam Lampung)
Sulam Lampung
adalah produk yang berasal dari kain strimin khusus untuk tujuan melestarikan
dan menjadi alat memperkenalkan budaya Lampung. Produk sulam Lampung ini ada
berupa Taplak meja, khiasan dinding dan juga berupa selempang wisuda yang belum
pernah kita jumpai. Maka dari itu, produk ini adalah produk yang juga memiliki
nilai seni tinggi, dan juga inovatif sehingga cocok untuk disemua kalangan.
Bentuk produk : Taplak meja, Khiasan dinding, Selempang
wisuda
b.
Analisis
Potensi Pasar
1)
Segmentation
Segmentasi, adalah
proses memilah-milah kelompok konsumen berdasarkan potensial penawaran produk
yang berbeda-beda. Kelompok konsumen dibagi menjadi 2 segmen, yakni ; mahasiwa,
masyarakat luas.
2)
Targetting
Target utama adalah
masyarakat luas, dimana produk ini dapat dijadikan sebagai hadiah atau hiasan
peralatan rumah. Tidak tutup kemungkinan bagi mahasiswa yang ingin menjadikan
produk ini sebagai hadiah wisuda berupa selempang.
3)
Positioning
Konsumen banyak melihat
produk ini sebagai produk inovasi baru yang menarik.
2.
Analisis
Pesaing
Pesaing bisnis
untuk produk ini dianggap belum ada, karena belum pernah ada produk yang
sejenis.
3.
Analisis
Kelayakan Usaha
a.
Streght
(kelebihan)
-
Belum
ada produk yang sejenis yang beredar di pasaran
-
Menjadi
alat memperkenalkan budaya Lampung
-
Bernilai
seni tinggi
-
Perawatan
yang praktis
-
Bahan
mudah digunakan
-
Harga
yang murah dapat dijangkau
-
Desain
sesuai dengan pesanan
b.
Weakness
(kelemahan)
-
Tidak
dapat dicuci dengan mesin cuci, dan disikat terlalu keras
-
Pembuatan
yang cukup lama
-
Benang
yang kemungkinan mudah terbuka
c.
Opportunity (peluang)
-
Cakupan
lokasi pemasaran yang cukup luas
-
Belum
ada usaha Sulam Lampung di pasaran yang sejenis
d.
Threat
(ancaman)
-
Munculnya
pesaing baru yang meniru konsep
4.
Strategi
Pengembangan Usaha
a.
Strategi
Pemasaran
-
Membuat
sample produk
-
Membuat
iklan di situs penjualan online
-
Mengembangkan
wilayah distribusi
-
Memberikan
diskon secara khusus
b.
Strategi
Produksi
-
Memperbaiki
desain sesuai dengan perkembangan
-
Peningkatan
produktifitas tenaga kerja
-
Survei
harga supplier termurah dengan kualitas bagus
c.
Strategi
Organisasi
-
Pengembangan
SDM tenaga kerja
d.
Strategi
Keuangan
-
Penambahan
investasi modal usaha
-
Pengendalian
sistem keuangan
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Aspek Produksi
3.1.1 Alokasi Usaha
Kegiatan Kewirausahan dalam
produk ULALA ini diproduksi sebagai produk rumahan atau Home Industri
yang bertepat di Jl. Untung Suropati Gg.
Family VI Labuhan Ratu Bandar Lampung. Kegiatan ini adalah home industri
dalam bidang kerajinan atau dekorasi rumah yang kami beri label nama ULALA.
3.1.2
Peralatan Produksi
Dalam mengelola suatu usaha
tentu mebutuhkan suatu fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk membantu
usaha tersebut. Yaitu alat Operasional utama berupa: Kios, Meja, Kursi, Banner,
Spanduk, Label Produk, Brosur, dan Plastik
3.1.3 Bahan Baku
Bahan yang digunakan adalah
benang jahit, kain strimin, benang emas yang banyak beredar, sehingga bahan
tersebut mudah ditemukan, dan bahan tersebut memiliki banyak warna yang
bervariasi. Produk ”ULALA” ini memperlihatkan keindahan dan keanekaragaman bentuk,
dan warna. Alat Produksi untuk membuat produk berupa: Gunting,
Jarum Sulam, RAM, Meteran, Korek Api, Kain Striminin, Benang Jahit, Benang
Emas, dan Lilin,
3.1.4
Proses Produksi
Ukur kain strimin
menggunakan meteran, lalu gunting kain yang sudah diukur sesuai ukuan yang
dinginkan. Rapikan pinggir kain strimin dengan sedikit membakar
dengan lilin agar benang tidak berantakan. Siapkan Benang jahit 5 rangkap
dengan setiap ukurannya sama, benang emas dua rangkap dengan ukuran sama.
Masukkan benang jahit dan benang emas yang sudah dibagi kemasing-masing jarum
sulam. Lalu buatlah motif yang diinginkan. Jika sudah lakukan penyulaman
mengggunakan benang emas dan benang jahit, agara proses penyulaman mudah
dikerjakan disarankan menggunakan RAM. Dipinggir kain strimin gulung dengan
ukuran 2 cm. lalu rapikan dan tutup dengan membuat hiasan dipinggir menggunakan
benang jahit. Kemas produk kedalam plastik.
BAB
IV
HASIL
YANG DICAPAI DAN POTENSI USAHA
4.1
Hasil Yang Dicapai
Hasil yang telah
dicapai dalam program ini meliputi beberapa hal yang sangat berpotensi untuk
dikembangkan lebih lanjut:
4.1.1
Bernilai Profitable
Selama pelaksanaan
kegiatan ULALA telah telah menghasilkan profit atau omset yang semakin hari
semakin meningkat, walaupun peningkatan tidak terlalu signifikan. Dengan
keuntungan bersih setiap harinya mencapai 10% dari omset.
4.2
Hasil
yang Dicapai berdasarkan Analisa LogFrame
Berikut merupakan ketercapaian hasil ditinjau dari analisa logframe
Tabel 4.1 Analisa Log frame
berdasarkan hasil yang dicapai
|
No
|
Target
|
KetercapaianTaget 10%
|
|
|
Terlaksana
|
BelumTerlaksana
|
||
|
1.
|
Survey Pasar
|
100%
|
-
|
|
2.
|
Pemenuhan alat dan bahan
|
100%
|
-
|
|
3.
|
Pelaksanan Produksi
|
100%
|
-
|
|
4.
|
Pemasaran / Promosi
|
100%
|
-
|
|
5.
|
Penjualan Produk
|
100%
|
-
|
|
6.
|
Laporan
|
100%
|
-
|
|
Tingkat
Pencapaian
|
100%
|
-
|
|
4.3
Aspek
Potensi Usaha
a.
Aspek
Ekonomi
Potensi
hasil yang telah terlaksana dari kegiatan ini yaitu dapat mendukung dari segi
keuangan atau ekonomi. Ketika masyarakat dapat membuat sulam lampung sendiri
maka akan dapat dijual yang dimana hasilnya dapat membantu penambahan hasil
keluarga. Dan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan yang pasti dapat
mengurangi tingkat pengangguran masyarakat.
b.
Aspek
Pendidikan
Potensi
hasil selanjutnya dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu memberikan
wawasan dan pengetahuan yang baru dalam aspek pendidikan. Jika sudah mengetahui
dasar menyulam maka akan dapat bisa membuat beranekaragam motif yang menarik.
Guru-guru sekolah juga dapat menjadikan sulam lampung sebagai pembelajaran
pembuatan kreatifitas atau tugas sekolah.
c. Aspek
Kebudayaan
Potensi
hasil yang telah terlaksana dari kegiatan ini yaitu kegiatan ini diharapkan
dapat lebih mengembangkan budaya yang ada dilampung khususnya, karena
mengembangkan budaya tidak hanya dengan cara sosialisasi saja tetapi dengan
menerapkan apa saja khas khas yang ada dilampung, sulam lampung contohnya,
dalam sulam lampung banyak motif yang bercirikan daerah lampung. Tentunya hal
ini dapat mengenalkan kepada masyarakat lampung dan generasi muda lampung bahwa
banyak budaya budaya lampung yang perlu dilestarikan, sehingga kegiatan ini
sangat berpotensi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat lampung dalam
melestarikan budaya lampung.
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Program ini
berjalan dengan cukup baik, dan layak dikembangkan dikalangan masyarakat karena
mengingat respon positif dikalangan konsumen.
5.2
Saran
Kebersamaan dalam
tim sangat memiliki pengaruh suksesnya produksi ini. Dan pemasaran dari produk
harus bersaing dengan harga bahan yang begitu mahal, sehingga diperlukan suatu
inovasi yang berbeda agar usaha sulam Lampung memiliki suatu keunggulan lebih
agar dapat bersaing dipasaran.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Penggunaan
Dana
|
No
|
Tanggal
|
Kebutuhan
|
Pemasukan
Rp
|
Pengeluaran
Rp
|
|
Keterangan
|
||||
|
|
|
Hibah Dikti
|
4.800.000
|
|
|
1
|
|
-
Pembelian alat dan bahan
-
Promosi ke tempat pembelajaan
|
|
1.776.000
|
|
2
|
|
Promosi ke perkampungan
|
|
40.000
|
|
3
|
|
Promo ke outlet-outlet
|
|
80.000
|
|
4
|
|
Beban lain-lain
|
|
160.200
|
|
|
Monev
|
|||
|
5
|
Pembelian alat dan bahan
|
|
3.026.000
|
|
|
6
|
|
Pembelian Peralatan
|
|
392.000
|
|
7
|
Pembelian Penambahan Banner
|
|
100.000
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar