Minggu, 13 Mei 2018

Laporan Akhir PKM-K ULALA (sULAm LAmpung) || Program Kreatif Mahasiswa


BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Minat masyarakat lampung akan melestarikan budaya terus menurun. Pada artikel kompastuntas.co yaitu ”sepinya pengunjung museum lampung”. Pada ertikel tersebut menyatakan bahwa pengunjung museum lampung pernah mencapai 500 pengunjung dimana sebagian besar pengunjung adalah pelajar yang datang  berdasarkan program yang diadakan pihak sekolah saja. Pada artikel itu juga dinyatakan oleh Bapak Budi ”kebanyakan pengunjung museum ini siswa sekolah., kalau pengunjung umum biasanya datang pada hari libur saja itu pun dari luar lampung”. Dari artikel tersebut dapat kita simpulkan bahwa kesadaran akan sejarah dan budaya lampung masih sangat kurang. Sulam hanya dikenalkan atau dilestarikan melalui seni kerajinan tangan ataupun pementasan, dan itupun Sulam Usus. Belum banyak dilakukan inovasi terkait pelestarian tersebut. Mengenai kompetitor atau pesaing saat ini belum di jumpai kerajinan sulam kain stimin, kebanyakan kompetitor menjual sulam usus. Sulam usus sendiri berbeda dengan sulam kain strimin, sulam usus lebih banyak dijumpai dalam bentuk kebaya, dan bahan yang digunakan pun berbeda dengan sulam kain strimin. Yang membedaan sulam kain strimin biasa dengan sulam kain strimin khas Lampung adalah pada penggunaan benang emasnnya. Produk yang kami buat menggunakan benang emas yang dimana dapat meningkatkan nilai ekonomisnya.
Untuk masyarakat daerah Sungkai dan Way Kanan, taplak meja sulam Khas Lampung banyak dijumpai di rumah-rumah warga yang notabennya suku Lampung. Di daerah tersebut sulam digunakan pada acara lebaran, nikahan, dan acara lainnya (foto telampir). Kebanyakan masyarakat Lampung lebih mengenal Tapis sebagai kerajinan Lampung, padalah jika kita menulusuri mengenai Lampung, banyak sekali kreatifitas mengenai Lampung. Banyak kita ketahui bahwa Tapis memiliki harga yang sangat mahal dengan kisaran termurah saja Rp. 500.000,00. Jika Rp 500.000,00 tersebut di gunakan untuk membeli sulam Lampung maka akan mendapatkan 3 sulam Lampung.  Oleh karena itu, pembuatan sulam ini sebagai salah satu alternativ untuk membantu memberikan perkenalan mengenai budaya Lampung, memberi wawasan kepada masyarakat tentang pembuatannya dan juga dapat menghemat biaya pembeliannya. Sulam lampung juga dapat menjadi oleh-oleh untuk wisatawan yang datang ke Lampung. Taplak meja sulam Lampung ini diharapkan berpotensi menjadi usaha berkelanjutan dengan profit yang menjanjikan, selain itu dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk menambah penghasilan.

1.2         Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, kami merumuskan masalah sebagai berikut :
1.             Bagaimana cara mengenalkan Sulam Lampung?
2.             Bagaimana cara membuat kerajinan tangan Sulam Lampung dengan bahan benang jahit?
3.             Apa keuntungan yang didapat dalam pemasaran produk Sulam Lampung? 
 
1.3         Tujuan Kegiatan
Dari rumusan masalah di atas maka tujuan kegiatan ini sebagai berikut:
1.             Mengenalkan Sulam Lampung khususnya di Daerah Lampung, bahwa memiliki produk yang menarik dan tidak kalah bagus dari produk luar.
2.             Mengetahui cara menyulam menggunakan benang jahit dalam pembuatan ULALA (Sulam Lampung).
3.             Memasarkan produk Sulam Lampung dapat memberikan pemasokan berupa uang. 

1.4         Luaran yang Diharapkan
1.             Sulam Lampung dapat menjadi salah datu cirikhas untuk Daerah Lampung.
2.             Produk ULALA dapat menjadi salah satu solusi sebegai pengenalan Budaya Lampung.
3.             Diharapkan Sulam Lampung dapat sebagai referensi atau untuk rujukan bagi para pembaca yang ingin berwirausaha.

1.5         Manfaat Kegiatan
1.             Dapat mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan yang memberikan pemasukan berupa uang.
2.             Memperkenalkan kepada masyarakat agar dapat melestarikan dan menjaga salah satu budaya Lampung yaitu sebagai produk yang berdaya nilai tinggi untuk dijadikan peluang usaha baru.










BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1         Rencana Usaha
1.             Analisis Peluang Usaha
a.              Jenis Usaha
Nama Produk       : ULALA (Usaha Sulam Lampung)
Sulam Lampung adalah produk yang berasal dari kain strimin khusus untuk tujuan melestarikan dan menjadi alat memperkenalkan budaya Lampung. Produk sulam Lampung ini ada berupa Taplak meja, khiasan dinding dan juga berupa selempang wisuda yang belum pernah kita jumpai. Maka dari itu, produk ini adalah produk yang juga memiliki nilai seni tinggi, dan juga inovatif sehingga cocok untuk disemua kalangan.
Bentuk produk     : Taplak meja, Khiasan dinding, Selempang wisuda

b.             Analisis Potensi Pasar
1)            Segmentation
Segmentasi, adalah proses memilah-milah kelompok konsumen berdasarkan potensial penawaran produk yang berbeda-beda. Kelompok konsumen dibagi menjadi 2 segmen, yakni ; mahasiwa, masyarakat luas.
2)            Targetting
Target utama adalah masyarakat luas, dimana produk ini dapat dijadikan sebagai hadiah atau hiasan peralatan rumah. Tidak tutup kemungkinan bagi mahasiswa yang ingin menjadikan produk ini sebagai hadiah wisuda berupa selempang.
3)            Positioning
Konsumen banyak melihat produk ini sebagai produk inovasi baru yang menarik.

2.             Analisis Pesaing
Pesaing bisnis untuk produk ini dianggap belum ada, karena belum pernah ada produk yang sejenis.

3.             Analisis Kelayakan Usaha
a.             Streght (kelebihan)
-       Belum ada produk yang sejenis yang beredar di pasaran
-       Menjadi alat memperkenalkan budaya Lampung
-       Bernilai seni tinggi
-       Perawatan yang praktis
-       Bahan mudah digunakan
-       Harga yang murah dapat dijangkau
-       Desain sesuai dengan pesanan
b.             Weakness (kelemahan)
-       Tidak dapat dicuci dengan mesin cuci, dan disikat terlalu keras
-       Pembuatan yang cukup lama
-       Benang yang kemungkinan mudah terbuka
c.             Opportunity (peluang)
-       Cakupan lokasi pemasaran yang cukup luas
-       Belum ada usaha Sulam Lampung di pasaran yang sejenis
d.            Threat (ancaman)
-       Munculnya pesaing baru yang meniru konsep

4.             Strategi Pengembangan Usaha
a.             Strategi Pemasaran
-       Membuat sample produk
-       Membuat iklan di situs penjualan online
-       Mengembangkan wilayah distribusi
-       Memberikan diskon secara khusus
b.             Strategi Produksi
-       Memperbaiki desain sesuai dengan perkembangan
-       Peningkatan produktifitas tenaga kerja
-       Survei harga supplier termurah dengan kualitas bagus
c.             Strategi Organisasi
-       Pengembangan SDM tenaga kerja
d.            Strategi Keuangan
-       Penambahan investasi modal usaha
-       Pengendalian sistem keuangan















BAB III
METODE PELAKSANAAN


3.1     Aspek Produksi
3.1.1  Alokasi Usaha
Kegiatan Kewirausahan dalam produk ULALA ini diproduksi sebagai produk rumahan atau Home Industri yang bertepat di  Jl. Untung Suropati Gg. Family VI Labuhan Ratu Bandar Lampung. Kegiatan ini adalah home industri dalam bidang kerajinan atau dekorasi rumah yang kami beri label nama ULALA.

3.1.2 Peralatan Produksi
Dalam mengelola suatu usaha tentu mebutuhkan suatu fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk membantu usaha tersebut. Yaitu alat Operasional utama berupa: Kios, Meja, Kursi, Banner, Spanduk, Label Produk, Brosur, dan Plastik

3.1.3  Bahan Baku
Bahan yang digunakan adalah benang jahit, kain strimin, benang emas yang banyak beredar, sehingga bahan tersebut mudah ditemukan, dan bahan tersebut memiliki banyak warna yang bervariasi. Produk ”ULALA” ini memperlihatkan keindahan dan keanekaragaman bentuk, dan warna.  Alat Produksi untuk membuat produk berupa: Gunting, Jarum Sulam, RAM, Meteran, Korek Api, Kain Striminin, Benang Jahit, Benang Emas, dan Lilin,

3.1.4   Proses Produksi
Ukur kain strimin menggunakan meteran, lalu gunting kain yang sudah diukur sesuai ukuan yang dinginkan. Rapikan pinggir kain strimin dengan sedikit membakar dengan lilin agar benang tidak berantakan. Siapkan Benang jahit 5 rangkap dengan setiap ukurannya sama, benang emas dua rangkap dengan ukuran sama. Masukkan benang jahit dan benang emas yang sudah dibagi kemasing-masing jarum sulam. Lalu buatlah motif yang diinginkan. Jika sudah lakukan penyulaman mengggunakan benang emas dan benang jahit, agara proses penyulaman mudah dikerjakan disarankan menggunakan RAM. Dipinggir kain strimin gulung dengan ukuran 2 cm. lalu rapikan dan tutup dengan membuat hiasan dipinggir menggunakan benang jahit. Kemas produk kedalam plastik.


BAB IV
HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI USAHA

4.1         Hasil Yang Dicapai
Hasil yang telah dicapai dalam program ini meliputi beberapa hal yang sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut:
4.1.1   Bernilai Profitable
Selama pelaksanaan kegiatan ULALA telah telah menghasilkan profit atau omset yang semakin hari semakin meningkat, walaupun peningkatan tidak terlalu signifikan. Dengan keuntungan bersih setiap harinya mencapai 10% dari omset.

4.2         Hasil yang Dicapai berdasarkan Analisa LogFrame
Berikut merupakan ketercapaian hasil ditinjau dari analisa logframe
Tabel 4.1 Analisa Log frame berdasarkan hasil yang dicapai
No
Target
KetercapaianTaget 10%
Terlaksana
BelumTerlaksana
1.
Survey Pasar
100%
-
2.
Pemenuhan alat dan bahan
100%
-
3.
Pelaksanan Produksi
100%
-
4.
Pemasaran / Promosi
100%
-
5.
Penjualan Produk
100%
-
6.
Laporan
100%
-
Tingkat Pencapaian
100%
-


4.3         Aspek Potensi Usaha
a.    Aspek Ekonomi
Potensi hasil yang telah terlaksana dari kegiatan ini yaitu dapat mendukung dari segi keuangan atau ekonomi. Ketika masyarakat dapat membuat sulam lampung sendiri maka akan dapat dijual yang dimana hasilnya dapat membantu penambahan hasil keluarga. Dan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan yang pasti dapat mengurangi tingkat pengangguran masyarakat.

b.   Aspek Pendidikan
Potensi hasil selanjutnya dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu memberikan wawasan dan pengetahuan yang baru dalam aspek pendidikan. Jika sudah mengetahui dasar menyulam maka akan dapat bisa membuat beranekaragam motif yang menarik. Guru-guru sekolah juga dapat menjadikan sulam lampung sebagai pembelajaran pembuatan kreatifitas atau tugas sekolah.
c.    Aspek Kebudayaan
Potensi hasil yang telah terlaksana dari kegiatan ini yaitu kegiatan ini diharapkan dapat lebih mengembangkan budaya yang ada dilampung khususnya, karena mengembangkan budaya tidak hanya dengan cara sosialisasi saja tetapi dengan menerapkan apa saja khas khas yang ada dilampung, sulam lampung contohnya, dalam sulam lampung banyak motif yang bercirikan daerah lampung. Tentunya hal ini dapat mengenalkan kepada masyarakat lampung dan generasi muda lampung bahwa banyak budaya budaya lampung yang perlu dilestarikan, sehingga kegiatan ini sangat berpotensi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat lampung dalam melestarikan budaya lampung.































BAB V
PENUTUP

5.1         Kesimpulan
Program ini berjalan dengan cukup baik, dan layak dikembangkan dikalangan masyarakat karena mengingat respon positif dikalangan konsumen.
5.2         Saran
Kebersamaan dalam tim sangat memiliki pengaruh suksesnya produksi ini. Dan pemasaran dari produk harus bersaing dengan harga bahan yang begitu mahal, sehingga diperlukan suatu inovasi yang berbeda agar usaha sulam Lampung memiliki suatu keunggulan lebih agar dapat bersaing dipasaran.






























LAMPIRAN

Lampiran 1. Penggunaan Dana
No
Tanggal
Kebutuhan
Pemasukan
Rp
Pengeluaran
Rp
Keterangan


Hibah Dikti
4.800.000

1

-    Pembelian alat dan bahan
-    Promosi ke tempat pembelajaan

1.776.000
2

Promosi ke perkampungan

40.000
3

Promo ke outlet-outlet

80.000
4

Beban lain-lain

160.200

Monev
5
Pembelian alat dan bahan

3.026.000
6

Pembelian Peralatan

392.000
7
Pembelian Penambahan Banner

100.000




Tidak ada komentar:

Posting Komentar